BAGIAN SEKRETARIAT PEMERINTAH DESA LANGKITIN

Pemerintah Desa Langkitin 2025

LEMBAGA KERAPATAN ADAT (LKA)

Foto Bersama Seluruh Tokoh Adat Desa Langkitin Tahun 2025

TP-PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga)

Foto bersama dalam rangka Hari Jadi Desa ke 22 Tahun

Menuju Langkitin Sehat: Kolaborasi PPKBD, KPM dan Pemerintah Desa Mengatasi Tantangan Stunting

Desa Langkitin termasuk desa yang giat dalam menghadapi masalah stunting pada desa. Banyak sekali usaha yang telah diupayakan oleh pemerintah desa dan lembaga-lembaga lainnya untuk menjadikan Desa Langkitin menjadi desa bebas stunting kedepannya. Berikut beberapa hasil interview kepada Ketua KPM (Kader Pemberdayaan Masyarakat) Desa Langkitin Ibu Nesa Sogya Tywula (NS) dan Ketua PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana) Desa Langkitin Ibu Rina (RN) tentang apa yang telah diupayakan untuk mengatasi masalah stunting pada Desa Langkitin: 

  
Assalamualaikum, Halo selamat malam Ibu

RN/NS: Walaikumsalam selamat malam.

Sebelumnya izin memnita ketersediaannya untuk diwawancarai apakah ibu Rina dan ibu Nesa bersedia?

RN: Bersedia.

NS: Ya bersedia, boleh ditanyakan apa yang ingin ditanyakan.

Dari tahun berapa Desa Langkitin dinyatakan sebagai Desa lokus stunting? Dan Boleh dijelaskan data awal jumlah anak stunting dari tahun awal hingga data terbaru?

RN: Desa Langkitin dinyatakan sebagai desa lokus stunting pada tahun 2019 , dan anak yang dinyatakan stunting mencapai 58 anak, dan pada tahun 2022 Alhamdulillah tinggal 4 anak yang dinyatakan stunting.

Apakah ada bantuan dari lembaga-lembaga maupun pemerintah  desa untuk mengatasi masalah stunting ini?

NS: Ya tentunya ada, seperti bantuan dari dinas kesehatan, Kabupaten dan Pemerintah Desa Langkitin itu sendiri. Seperti Dinas BKKBN itu memberikan tablet, edukasi untuk anak-anak, Dinas Kesehatan dan Kabupaten juga memberikan beberapa sosialiasi stunting di posyandu-posyandu desa.

RN: Ya, dan ada juga bantuan jamban kepada warga yang anaknya dinyatakan stunting dan itu disalurkan bertahap. Pada tahap pertama ada 15 unit dan tahap kedua 58 unit.

NS: Lagi, bantuan dari Pemerintah Desa Langkitin juga ada yang disalurkan tentunya. Setiap posyandu diberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan), ada juga Sosialisasi untuk kader-kader posyandu dan dilaksanakan tiga kali dalam satu tahun.

RN: Pemerintah Desa juga bantu melengkapi fasilitas-fasilitas pada posyandu-posyandu seperti alat ukur, timbangan dan apa fasilitas yang kurang memadai akan diusahakan oleh Pemerintah Desa agar bisa terpenuhi.

Apakah sosialisai tentang stunting ini hanya diberikan kepada ibu-ibu yang memiliki balita?

NS: Tentu tidak, kami juga memberikan sosialisasi atau arahan kepada remaja-remaja putri, calon pengantin dan juga ibu hamil. Untuk remaja putri kami memberikan sosialisasi untuk tidak menikah muda dan untuk CATIN (Calon Pengantin) jika usianya terlalu muda akan diminta untuk program KB (Keluarga Berencana), dan untuk ibu hamil disarankan untuk meminum tablet tambah darah yang diberikan oleh bidan atau dari Puskesmas sekitar dan ibu melahirkan sampai 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan).

RN: Karena remaja putri jika menikah terlalu muda dapat beresiko memberikan keturunan stunting.

Apa saja kendala yang dialami selama mengatasi masalah stunting pada Desa langkitin?

RN: Kendala yang dialami seperti ada sebagian orang tua yang tidak menerima jika anaknya dinyatakan stunting.

NS: Dan ada juga beberapa orang tua yang malas membawa anaknya ke posyandu dan tidak ingin membawa anaknya ke posyandu. Karena terkadang anak yang dibawa ke posyandu disuntik lalu demam, hal itulah yang membuat orang tua tidak ingin membawa anaknya ke posyandu.

Apa upaya dari PPKBD maupun KPM dalam menyikapi masalah tersebut?

RN: Kami dari PPKBD maupun KPM menggunakan metode pendekatan. Dimana kami akan memberikan solusi dan arahan kepada orang tua bahwa stunting itu tidaklah buruk dan aib. Dan dengan metode yang dilakukan Alhamdulillah  ibu-ibu balita menerima jika anaknya dinyatakan stunting dan membawa anaknya ke posyandu.

Apakah posyandu Desa Langkitin termasuk aktif? Atau ada yang tidak ada warga yang datang ke posyandu tersebut?

RN: Untuk posyandu pada Desa Langkitin termasuk aktif dan masih banyak ramai orang tua yang membawa anaknya ke posyandu.

Apa saja perubahan positif yang dirasakan setelah semua upaya yang dilakukan oleh PPKBD, KPM maupun Pemerintah Desa pada masyarakat Desa Langkitin?

NS: Para Orang tua dan juga masyarakat yang sudah paham apa itu stunting dan tidak lagi marah jika anaknya dinyatakan stunting karena tahu bahwa stunting bukanlah aib.

RN: Para ibu-ibu juga rajin membawa anaknya ke posyandu karena ingin mengetahui perkembangan anaknya setiap bulannya. Dan lingkungan menjadi lebih sehat karena banyaknya rumah yang telah memiliki jamban.

Apa harapan dari kedepannya untuk masalah stunting di Desa Langkitin kedepannya?

NS: Harapannya semoga stunting di Desa Langkitin tidak ada lagi dan semoga anak di Desa Langkitin menjadi sehat dan cerdas.

RN: Dan juga semoga masyarakat dan Pemerintah Desa dapat bekerja sama dan lebih sadar akan kesehatan agar Desa langkitin menjadi desa bebas stunting dimasa depan.  

 

Demikian hasil wawancara  mengenai “Upaya PPKBD, KPM maupun Pemerintah Desa dalam menghadapi stunting di Desa Langkitin”.


Dokumentasi:



Dinas kesehatan provinsi meninjau ke rumah anak stunting

Sosialisasi stunting oleh Puskesmas Rambah Samo I ke di Desa Langkitin


Pemberian Bantuan Jamban ke Warga Desa Langkitin